Tips Membangun Chemistry

 

canva.com edit by nuroktavni

 

Menjadi seorang kakak ternyata susah-susah gampang, ya. Apalagi ketika perbedaan usia yang cukup jauh membuat obrolan kami terkadang tidak nyambung. Usia saya dan adik bungsu berbeda tiga belas tahun, saya masih SMP ketika ia lahir ke dunia. Suara kebahagiaan di balik handphone kala itu masih saya ingat sampai saat ini. Ya, dulu saya tidak tinggal bersama orang tua.

Saya tidak terlalu memiliki banyak kenangan ketika si adik masih balita. Sekolah dan tugas-tugas sepertinya menyita waktu bermain saya bersama adik. Hampir setiap hari saya pulang sore, istirahat, kemudian mengerjakan PR sampai malam. Ketika saya selesai mengerjakannya, adik pun pasti sudah tidur. Keadaan itu masih terus berlanjut sampai saya harus merantau untuk berkuliah. Mungkin itu hanya alasan saya saja.

Karena intensitas pertemuan kami pun termasuk jarang, saya jadi merasa jauh dengannya. Apalagi ketika tidak mengerti apa yang sedang ia bicarakan. Ada perasaan sedih sekaligus kecewa pada diri sendiri. Secara bertahap, saya menambah waktu yang saya habiskan bersama adik. Kadang saya pun dengan sok berkuasa melarang dia untuk pergi main karena ingin mengobrol hehehe.

 

1.      Memberikan buah tangan

Ketika pulang dari perantauan saya kadang memberikan hadiah-hadiah kecil. Ini melupakan salah satu jurus jitu yang biasanya saya pakai. Dalam hati saya terbesit keinginan agar barang-barang yang saya miliki pun bisa dimiliki oleh adik, sehingga cukup banyak barang-barang kami yang modelnya sama dan hanya berbeda warna. Bukan barang-barang mewah, kami lebih sering membeli barang yang memang digunakan sehari-hari seperti pulpen dengan karakter lucu, jepit rambut, tas, dan lain lain. Kadang saya pun membelikan makanan yang disukainya atau makanan yang ia minta dibelikan. Akhir-akhir ini, setiap pulang sekolah adik saya sering memberikan jajanan yang ia beli dengan uang sakunya. Jadi terharu.

 

2.      Pergi bersama

Kalau sudah terlalu sibuk dengan urusan masing-masing, memang sulit untung meluangkan waktu bersama. Sewaktu saya kuliah, saya hanya punya Sabtu dan Minggu untuk pulang ke rumah. Karena tidak memungkinkan untuk pergi kemana-mana akhirnya kami hanya pergi ke berjalan-jalan ke sawah saja. Sesekali saya pun mengajak adik mengelilingi daerah tempat tinggal kami dengan mengendarai motor. Tidak ada tempat tujuan, hanya ingin pergi bersama saja. Oh iya, pernah sekali kami jalan-jalan ke Yogyakarta, sepertinya itu pertama kali kami pergi cukup jauh tanpa orang tua.

 

3.      Melakukan hobi bersama

Nah, hobi yang sudah terbengkalai bisa jadi kesempatan untuk menjalin keharmonisan dengan adik. Coba saja ajak adik untuk menonton film, mendengarkan musik, menyanyi, menari, bermain game, atau berolahraga bersama. Apapun hobinya jika dilakukan bersama tentunya lebih seru, bukan?

 

4.      Pillow talk

Ritual yang sedang kami jalankan adalah berbagi cerita sebelum tidur. Sering kali ritual ini malah menjadi bumerang yang membuat kami susah tidur karena terlalu banyak tertawa. Apabila bingung tentang topik pembicaraan, bisa diawali dengan pertanyaan-pertanyaan ringan seperti kegiatan yang dilakukan seharian ini. Tidak jarang kami pun berbagi rahasia tentang hal-hal memalukan yang pernah kami lakukan, atau hal-hal seru lainnya. Seperti yang orang bilang, salah satu kunci dari sebuah hubungan yang harmonis adalah komunikasi. Saya pun sering membicarakan isi hati dan isi kepala saya pada si adik, walau pun masih berusia sembilan tahun ia mengerti betul bagaimana harus memberikan respon sehingga tidak ada perasaan canggung untuk bercerita.

 

5.      Memberikan pujian

Pujian terbukti efektif untuk menjalin kedekatan. Tidak perlu memuji secara berlebihan sebab akan terlihat palsu. Awalnya si adik sesekali memuji saya dan mengungkapkan bagaimana sayangnya pada saya. Jika tidak terbiasa mungkin terasa canggung, namun hal tersebut berhasil membuat saya merasa diperhatikan dan dipedulikan.

Hal yang tidak kalah penting adalah memulai untuk menaruh perhatian dan menunjukkan ketertarikan padanya. Secara bertahap, chemistry antara adik dan kakak kandung pun akan terbangun dengan harmonis.

pinterest.com

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog

Selamat Datang!